Minggu, 26 November 2017

PT. Gajah Tunggal Tbk

1.        Sejarah Singkat PT. Gajah Tunggal, Tbk
PT. Gajah Tunggal, Tbk didirikan pada tanggal 24 Agustus 1951 dan memulai produksinya bannya dengan ban sepeda. Sejak saat itu perusahaan tumbuh menjadi produsen ban terpadu terbesar di Asia Tenggara dan diakui oleh pasar internasional.
Berawal dari Technical Cooperation dengan IRC, Japan ditahun 1972 PT. Gajah Tunggal, Tbk mengembangkan produksi ban sepeda motor dan juga scooter, dan untuk menyerap teknologi ban (tire) terutama dalam hal desain, proses dan lain-lain. PT. Gajah Tunggal, Tbk menjalin kerjasama teknik dengan Yokohama Ruber Company Ltd Japan selama 15 tahun (1980 S/D1995). Mulai tahun 1981-1987, PT. Gajah Tunggal, Tbk mulai meningkatkan kualitas dan kuantitas ban sepeda, motor dan mobil dengan perluasan pabrik dan menambah mesin-mesin berteknologi tinggi, sehingga PT. Gajah Tunggal, Tbk mampu memproduksi ban sepeda, motor, mobil sedan, truk dan bus serta ban radial. Sehingga pada tahun 1995 dan 1996 PT. Gajah Tunggal, Tbk mendapatkan pengakuan pangsa pasar di Eropa karena telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 9002.
PT. Gajah Tunggal, Tbk telah dipercaya oleh pabrik ban kelas dunia untuk melakukan off take, berupa produksi ban dengan mold atau paattern ditentukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Diantaranya merk Pirelli, Nokia, Michelin dan lain-lain, yang secara langsung juga mentransfer Tire Knowledgenya. PT. Gajah Tunggal, Tbk adalah satu-satunya ban lokal yang dapat membuat ban untuk musim dingin (Winter Tire), di Indonesia. Terbukti dengan diperolehnya Top Brand Award dari badan survey independent tahun 2009.
Saat ini Gajah Tunggal Group memiliki ribuan tenaga kerja dengan aktifitas bisnis yang tersebar didalam dan diluar negeri antara lain : Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Jepang, Taiwan, Hongkong, China dan Amerika.

A.
   MENGHITUNG LIKUIDITAS
Rasio-rasio yang digunakan adalah rasio-rasio yang dapat mewakili keempat rasio yang ada dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan yang merupakan indikator untuk penilaian kesehatan perusahaan salah satunya yaitu Rasio Likuditas:

a.    Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio Lancar digunakan untuk menilai likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar kewajiban atau hutang jangka pendeknya. Perhitungan Current Ratio berdasarkan data di Laporan Keungan PT. Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :

b. Rasio Cepat (Quick Ratio)
Quick Ratio memperhitungkan perbandingan antara harta lancar yang segera kembali ke kas (total harta lancar dikurangi persediaan) dengan hutang lancar yang dinyatakan dalam perkalian. Perhitungan Quick Ratio berdasarkan data di Laporan Keungan PT. Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :


c. Rasio Kas(Cash Ratio)
Cash Ratio memperhitungkan perbandingan antara harta lancar yang setara dengan kas ditambah sekuritas dengan hutang lancar yang dinyatakan dalam perkalian. Berikut perhitungan Cash Ratio. Perhitungan Cash Ratio berdasarkan data di Laporan Keungan PT. Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :


 d. Rasio perputaran kas (cash turnover ratio)
Rasio ini akan menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan bersih terhadap kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar. Rumus dari Rasio Perputaran Kas sebagai berikut:

e. Working Capital to Total Asset Ratio
Rasio ini dapat menilai dari total aktiva dan posisi modal kerja. Perhitungan Working Capital to Total Asset Ratio berdasarkan data di laporan keuangan PT. Gajah Tunggal, Tbk:

B.       Cost of Capital atau Biaya Modal (COC)
1.      Menghitung biaya modal hutang Biaya hutang akanmenunjukkan seberapa besar biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan sebagai akibat penggunaan dana yang berasal dari  hutang (pinjaman). Dalam menghitung biaya modal relevan adalah biaya hutang setelah rumus yang digunakan adalah pendekatan after tax basis, dimana variabel yang diperlukan dalam perhitungan ini antara lain tarif pajak, beban bunga, dan hutang jangka panjang. Biaya modal utang dibagi menjadi:
kd = I+(N-Nb)/n
(Nb+N)/2
Keterangan :
kd     = biaya modal hutang obligasi
I        = Bunga hutang jangka panjang (obligasi) satu tahun dalam rupiah
N      = Harga nominal obligasi atau nilai obligasi pada akhir umurnya
Nb    = Nilai bersih penjualan obligasi
n      = Umur obligasi
                              
Selanjutnya ka disesuaikan dengan tingkat pajak sehingga :
ki = kd (1 – t)

1.      Menghitung  biaya modal saham biasa dengan menggunakan metode
Biaya modal saham preferen
Kp      = Dp / PO
Keterangan :
kp      = Biaya saham preferen
Dp     = Dividen saham preferen
PO     = Harga saham preferen saat penjualan

Biaya modal saham biasa 
ke = (Dl / PO) + g
             Keterangan :
ke    = biaya modal saham biasa
Di    = dividen
P0    = harga penjualan saham saat ini
g      = Grow/ pertumbuhan
     
2.       Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang denganrumus:
WACC= (Kd x Pd) + (Ke x Pe)
Keterangan :
Kd: biaya hutang setelah pajak Pd: proporsi hutang
Ke: biaya modal sendiri Pe: proporsi modal sendiri

Lampiran :
Laporan Posisi Keuangan




Jumat, 20 Oktober 2017

Analisa PT. Astra International, Tbk

Profil PT. Astra International, Tbk
PT. Astra International Tbk. (ASII) merupakan perusahaan induk investasi dengan usaha di bidang otomotif, jasa keuangan, alat berat, agribisnis, teknologi informasi, dan infrastruktur. ASII didirikan pada tahun 1957 sebagai perusahaan perdagangan. Sejak tahun 1990, ASII terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pada saat itu, ASII bergerak di enam sektor: otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur dan logistik. Di Divisi Otomotif, ASII bekerjasama dengan Honda dalam pembuatan sepeda motor, dan juga dengan Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel, BMW dan Peugeot untuk mobil dan truk. Portofolio ASII di sektor jasa keuangan terdiversifikasi pada semua segmen industri, memiliki peran strategis dalam memperkuat kinerja operasional rantai nilai sektoral lainnya. Melalui pembiayaan anak usahanya; ASII mendukung kegiatan pembiayan untuk kendaraan bermotor, alat berat, dan perlindungan asuransi bagi nasabah perorangan dan komersial. Pada Divisi alat berat dan pertambangan, ASII bergerak dalam mesin konstruksi, kontraktor penambangan, dan pertambangan batu bara. Dalam divisi agribisnis, ASII bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Dalam divisi Teknologi Informasi, ASII menyediakan solusi bisnis berbasis pada Dokumen, Informasi, & Communication Technology. Dalam divisi Infrastruktur, portofolio proyek ASII terdiri dari konsesi untuk pembangunan dan pengoperasian jalan tol, jasa distribusi air bersih dan fasilitas penyimpanan bahan bakar. ASII tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Papan Utama.
Hasil Analisa Laporan Keuangan PT. Astra International, Tbk
A. Total Sales        : Rp. 41.887
B. Assets                 : Rp. 244.681
C. Earning Power : Noi ÷ OA
                                = Rp. 4.487÷ Rp. 3.230
                                = Rp 1.387616100.01387616 %
D. ROR                   : Laba Setelah Pajak ÷ Modal Sendiri
                               = Rp. 4.481 ÷ Rp. 2.024

                               = Rp. 0.23764822 0.00237648%






Kamis, 21 September 2017

Etika Profesi Akuntansi


Pendahuluan dan Kasus
Etika (K. Bertens : 1994) adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuaipertimbanganniat baik atau buruk sebagai akibatnya. Kebutuhan etika dalam masyarakat sangat mendesak sehingga lazim memasukkan nilai-nilai etika ini ke dalam undang-undang atau peraturan yang berlaku. Banyaknya nilai etika yang ada tidak dapat dijadikan undang-undang atau peraturan yang berlaku akibat dari sifat nilai-nilai etika itu yang sangat tergantung pada pertimbangan seseorang.
Terdapat enam ilustrasi prinsip-prinsip etika yang disarankan yaitu:
1. Keterpercayaan (trustworthiness) mencakup kejujuran, integritas, reliabilitas, dan loyalitas.
2. Penghargaan (respect) mencakup gagasan-gagasan seperti kesopanan, kesopansantunan, harga diri, toleransi, dan penerimaan.
3. Pertanggungjawaban (responsibility) berarti bertanggung jawab atas tindakan seseorang serta melakukan pengendalian diri.
4. Kesepadanan (fairness) dan keadilan mencakup isu-isu tentang kesejajaran, sikap tidak memihak, proporsionalitas, keterbukaan, serta perlindungan hukum.
5. Perhatian (caring) berarti secara sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan sesamanya.
6. Kewarganegaraan (citizensip) termasuk didalamnya adalah kepatuhan pada undang-undang serta melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara agar proses dalam masyarakat berjalan dengan baik.
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
1. Prinsip Etika
2. Aturan Etika
3. Interpretasi Aturan Etika.

Salah satu kasus yang menyita perhatian publik Indonesia pada awal bulan April tahun 2005 adalah kasus Mulyana W Kusumah, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga melakukan tindakan usaha penyuapan terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mulyana W Kusuma sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu.
Logistic untuk pemilu yang dimaksud yaitu kotak suara, surat suara, amplop suara, tinta, dan teknologi informasi. Setelah dilakukan pemeriksaan, badan dan BPK meminta dilakukan penyempurnaan laporan. Setelah dilakukan penyempurnaan laporan, BPK sepakat bahwa laporan tersebut lebih baik daripada sebelumnya, kecuali untuk teknologi informasi. Untuk itu, maka disepakati bahwa laporan akan diperiksa kembali satu bulan setelahnya.
Setelah lewat satu bulan, ternyata laporan tersebut belum selesai dan disepakati pemberian waktu tambahan. Di saat inilah terdengar kabar penangkapan Mulyana W Kusuma. Mulyana ditangkap karena dituduh hendak melakukan penyuapan kepada anggota tim auditor BPK, yakni Salman Khairiansyah. Dalam penangkapan tersebut, tim intelijen KPK bekerjasama dengan auditor BPK. Menurut versi Khairiansyah ia bekerja sama dengan KPK merangkap upaya penyuapan oleh saudara Mulyana dengan menggunakan alat perekam gambar pada dua kali pertemuan mereka.
Penangkapan ini menimbulkan pro dan kontra. Salah satu pihak berpendapat auditor yang bersangkutan, yakni Salman telah berjasa mengungkap kasus ini, sedangkan pihak lain berpendapat bahwa Salman tidak seharusnya melakukan perbuatan tersebut karena hal tersebut telah melanggar kode etik akuntan.
  
Analisis
Pada kasus Mulyana W Kusumah, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga melakukan tindakan usaha penyuapan terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Ada tiga pihak utama yang terlibat dalam kasus ini yaitu:
1. Pihak pemberi kerja berperan sebagai principal, dalam hal ini adalah rakyat Indonesia yang direpresentasikan oleh pemerintah Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
2. Pihak penerima kerja untuk menjalankan tugas berperan sebagai agen, dalam hal adalah KPU
3. Pihak independen, dalam hal ini adalah BPK sebagai auditor, yang perannya diharapkan sebagai pihak independen, berintegritas, dan kredibel, untuk meyakinkan kepada dua pihak sebelumnya, yaitu pemerintah dan DPR sebagai pemberi kerja, dan KPU sebagai penerima kerja.
Dari teori etika. Profesi pemeriksa (auditor), apakah auditor keuangan publik seperti kasus keuangan KPU maupun auditor keuangan swasta, seperti pada keuangan perusahaan-perusahaan, baik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta maupun tidak, diatur dalam sebuah aturan yang disebut sebagai kode etik profesi akuntan.
Dalam kode etik profesi akuntan ini diatur berbagai masalah, baik masalah prinsip yang harus melekat pada diri auditor, maupun standar teknis pemeriksaan yang juga harus diikuti oleh auditor, juga bagaimana ketiga pihak melakukan komunikasi atau interaksi. Dinyatakan dalam kode etik yang berkaitan dengan masalah prinsip bahwa auditor harus menjaga, menjunjung, dan menjalankan nilai-nilai kebenaran dan moralitas, seperti bertanggungjawab (responsibilities), berintegritas (integrity), bertindak secara objektif (objectivity) dan menjaga independensinya terhadap kepentingan berbagai pihak (independence), dan hati-hati dalam menjalankan profesi (due care). Dalam konteks kode etik profesi akuntan inilah, kasus Mulyana W Kusumah bisa dianalisis, apakah tindakan mereka (ketiga pihak), melanggar etika atau tidak.
Dalam konteks kasus Mulyana W Kusumah, kesimpulan yang bisa dinyatakan adalah bahwa tindakan kedua belah pihak, pihak ketiga (auditor), maupun pihak penerima kerja, yaitu KPU, sama-sama tidak etis. Tidak etis seorang auditor melakukan komunikasi kepada pihak yang diperiksa atau pihak penerima kerja dengan mendasarkan pada imbalan sejumlah uang sebagaimana terjadi pada kasus Mulyana W Kusumah, walaupun dengan tujuan ‘mulia’, yaitu untuk mengungkapkan indikasi terjadinya korupsi di tubuh KPU.
Dari sudut pandang etika profesi, auditor tampak tidak bertanggungjawab, yaitu dengan menggunakan jebakan imbalan uang untuk menjalankan profesinya. Auditor juga tidak punya integritas ketika dalam benaknya sudah ada pemihakan pada salah satu pihak, yaitu pemberi kerja dengan berkesimpulan bahwa telah terjadi korupsi. Dari sisi independensi dan objektivitas, auditor BPK sangat pantas diragukan. Berdasar pada prinsip hati-hati, auditor BPK telah secara serampangan menjalankan profesinya.
Sebagai seorang auditor BPK seharusnya yang dilakukan adalah bahwa dengan standar teknik dan prosedur pemeriksaan, auditor BPK harus bisa secara cermat, objektif, dan benar mengungkapkan bagaimana aliran dana tersebut masuk ke KPU dan bagaimana dana tersebut dikeluarkan atau dibelanjakan. Dengan teknik dan prosedur yang juga telah diatur dalam profesi akuntan, pasti akan terungkap hal-hal negatif, termasuk dugaan korupsi kalau memang terjadi.          Tampak sekali bahwa auditor BPK tidak percaya terhadap kemampuan profesionalnya, sehingga dia menganggap untuk mengungkap kebenaran bisa dilakukan segala macam cara, termasuk cara-cara tidak etis, sekaligus tidak moralis sebagaimana telah terjadi, yaitu dengan jebakan.Dalam kasus ini kembali lagi kepada tanggung jawab moral seorang auditor di seluruh Indonesia, termasuk dari BPK harus sadar dan mempunyai kemampuan teknis bahwa betapa berat memegang amanah dari rakyat untuk meyakinkan bahwa dana atau uang dari rakyat yang dikelola berbagai pihak telah digunakan sebagaimana mestinya secara benar, akuntabel, dan transparan, maka semakin lengkap usaha untuk memberantas korupsi di negeri ini.

Solusi
Seharusnya setiap Akuntan Publik dan KAP harus tau kewajiban-kewajibannya seperti:
1. Bebas dari kecurangan (fraud), ketidakjujuran dan kelalaian serta menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care) dalam menjalankan tugas profesinya.
2. Menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh dan tidak dibenarkan memberikan informasi rahasia tersebut kepada yang tidak berhak. Pembocoran rahasia data / informasi klien kepada pihak ketiga secara sepihak merupakan tindakan tercela.
3. Menjalankan PSPM04-2008 tentang Pernyataan Beragam (Omnibus Statement) Standar Pengendalian Mutu (SPM) 2008 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), terutama SPM Seksi 100 tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (SPM-KAP).
4. Mempunyai staf / tenaga auditor yang profesional dan memiliki pengalaman yang cukup. Para auditor tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process). Dalam rangka peningkatan kapabilitas auditor, organisasi profesi mensyaratkan pencapaian poin (SKP) tertentu dalam kurun / periode waktu tertentu. Hal ini menjadi penting, karena auditor harus senantiasa mengikuti perkembangan bisnis dan profesi audit secara terus menerus.
5.  Memiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. KKA tersebut merupakan perwujudan dari langkah-langkah audit yang telah dilakukan oleh auditor dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung (supporting) dari temuan-temuan audit (audit evidence) dan opini laporan audit (audit report). KKA sewaktu-waktu juga diperlukan dalam pembuktian suatu kasus di sidang pengadilan.

Selain itu para Akuntan Publik dan KAP harus mengetahui larangan-larangan seperti:
A.    Larangan Akuntan Publik
1. Dilarang memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan (general audit) untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 3 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kolusi antara Akuntan Publik dengan klien yang merugikan pihak lain.
2. Apabila Akuntan Publik tidak dapat bertindak independen terhadap pemberi penugasan (klien), maka dilarang untuk memberikan jasa.
3. Akuntan Publik juga dilarang merangkap jabatan yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan perundang-undangan / organisasi profesi seperti sebagai pejabat negara, pimpinan atau pegawai pada instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta, atau badan hukum lainnya, kecuali yang diperbolehkan seperti jabatan sebagai dosen perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan struktural dan atau komisaris atau komite yang bertanggung jawab kepada komisaris atau pimpinan usaha konsultansi manajemen.

B. Larangan KAP
1. Memberikan jasa kepada suatu pihak, apabila KAP tidak dapat bertindak independen.
2. Memberikan jasa audit umum (general audit) atas laporan keuangan untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 5 (lima) tahun.
3. Memberikan jasa yang tidak berkaitan dengan akuntansi, keuangan dan manajemen.
4. Mempekerjakan atau menggunakan jasa Pihak Terasosiasi yang menolak atau tidak bersedia memberikan keterangan yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan terhadap Akuntan Publik dan KAP.


Jadi setelah para akuntan publik dan KAP mengetahui kewajiban dan larang-larangnya harus bisa membedakan mana sesuatu yang benar dan tidak. Belajar dari kasus Mulyana W Kusumah, tampaknya rakyat Indonesia masih harus menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk memperoleh pemerintahan yang kredibel, akuntabel, dan transparan, sehingga tidak terjadi kecurangan atau korupsi. Mengapa demikian, sebab untuk menjadi pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan, banyak hal yang harus dipelajari, dipahami, dan dilaksanakan, dan semua ini butuh waktu dan melibatkan berbagai pihak dengan berbagai kepentingan. Seandainya saja, pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan dan DPR sebagai pemberi kerja dan penyalur dana mempunyai kemampuan teknis bagaimana meyakinkan bahwa dana yang disalurkan telah dikelola dengan benar, transparan, dan akuntabel oleh penerima kerja, maka pencegahan korupsi bisa dijalankan.
Seandainya saja penerima kerja sadar dan mempunyai kemampuan teknis bahwa dana yang diterima atau disalurkan pemerintah merupakan dana dari rakyat dan karenanya harus dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan benar, transparan dan akuntabel, maka korupsi bisa dikurangi secara sistematis.Andaikan saja auditor di seluruh Indonesia, termasuk dari BPK harus sadar dan mempunyai kemampuan teknis bahwa betapa berat memegang amanah dari rakyat untuk meyakinkan bahwa dana atau uang dari rakyat yang dikelola berbagai pihak telah digunakan sebagaimana mestinya secara benar, akuntabel, dan transparan, maka semakin lengkap usaha untuk memberantas korupsi di negeri ini.


Sumber:
http://putrywulansari.blogspot.co.id/2013/01/kasus-mulyana-w-kusuma-dalam-tindakan.html 

Selasa, 27 Juni 2017

Adjective and Adverb

Adjective dan Adverb
Adjective (kata sifat) adalah kata yang digunakan untuk menerangkan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti) yang dapat berupa orang (person), tempat (place), binatang (animal), benda atau konsep abstrak.
Example:
1.  Kalimat dengan menggunakan 1 adjective
    · I want to live in beautiful house
    · A beautiful high mountain
    · Diana is busy right now
    · He is taller than my sister
    · I am happy to meet you here

2. Kalimat yang menggunakan 2 adjective
    · My sister is not only beautiful but also tall
    · Her hair is beautiful and thick
    · I met a big Bear in the zoo
    · Tonight is very quiet and dark
    · This cake is soft and delicious

3. Kalimat yang menggunakan lebih dari 2 adjective
   · He had two happy big brown pigeons
   · I have a small round black box
   · She had a nice black bristish bag
   · A beautiful tall young girl
   · A fast small new smartphone

Adverb (kata keterangan) adalah kata yang dipakai untuk mendeskripsikan verb/kata kerja. Kata ini dapat dibedakan menjadi adverb of manner, frequency, time, dan place.
Example:
1. Adverb of Manner
     · My handphone shuts down automaticaly
     · Students have to walk calmly in the school
     · Please use this machine carefully
     · My father said thats he always drives fast
     · My carried out the homework slowly

2. Adverb of Frequency
    · She always wear that flatshoes
   · Sometimes I feel happy
   · I often forget her name
   · My mom always call me when I dont replay her massage
   · That man is always angry

3.  Adverb of Time
     · The postman comes daily
     · She had arrived yesterday
     · I visited my grandmother yesterday
     · Today, I will move to my new house
     · I want you to meet me now at my office

4. Adverb of Place
    · I am in my home
    · All students sit on the chairs in the classroom
    · I  was born in bekasi
    · I went to medan
    · My mother go to the market

Selasa, 23 Mei 2017

Conditional Sentences

Conditional Sentences :
Conditional 1. If + S + Present Tense, S + Future
Conditional 2. If + S + Past Tense, S + Past Future
Conditional 3. If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect


Type 1
Dibawah ini adalah artikel yang mengandung kalimat Conditional Sentences Type 1

Contoh 1
  Traffic is a means to move from one place to another, therefore traffic is one of the important issues. If the traffic flow is interrupted or there is congestion, then the mobility of the community will also be disrupted. These disturbances will have a negative impact on society. Traffic problems are a difficult issue to solve together and are very important to be resolved immediately. If the traffic problem is not solved, then all losses arising from this problem will be borne by the community itself, and if the problem can be solved properly, then the community itself will get the man.

Catatan : Dalam paragraf di atas, Conditional type1 terdapat di kalimat ke 2, yaitu : If the traffic flow is interrupted or there is congestion, then the mobility of the community will also be disrupted.

Contoh 2

UN: Global life expectancy up sharply since 1950. The Associated Press , United Nations.
  The report by Secretary-General Ban Ki-moon said people are living longer mainly because of improvements in nutrition and hygiene, and advances in vaccines and medical treatments against infectious and parasitic diseases that are
"communicable."

  With the decline in mortality more pronounced at younger ages, deaths have become increasingly concentrated at older ages when people are more likely to develop "non-communicable" chronic and degenerative diseases such as cancer, diabetes, heart and respiratory problems, the report said. Globally, it said, the proportion of deaths at age 60 or over has risen from 26 percent in 1950-55 to 54 percent in 2005-2010.

  According to the report, the shift from communicable to non-communicable diseases as the main cause of deaths has occurred in all regions of the world except sub-Saharan Africa, where the HIV/AIDS epidemic is widespread and infectious and parasitic diseases still claim many lives.

  If mortality continues to decline worldwide, the report said, the burden from non-communicable diseases will become even greater.
Because most of these diseases are chronic and require long-term treatment and management, it recommends that efforts be concentrated in delaying the onset of illness.

  The report said governments can do this by taking measures to reduce the risk factors associated with chronic diseases such as overweight, physical inactivity, tobacco use and alcohol abuse. It also calls for governments to address the global shortage of health workers, especially in developing countries.
The report will be discussed at a meeting of the U.N. Commission on Population and Development from April 12-16 at U.N. headquarters.

Catatan: Dalam artikel diatas kata yang mengandung conditional sentences (if clause) ditandai dengan huruf tebal, yaitu : If mortality continues to decline worldwide, the report said, the burden from non-communicable diseases will become even greater.

Type 2
Dibawah ini adalah artikel yang mengandung kalimat Conditional Sentences Type 2

Contoh 1
Traffic congestion always occurs at the intersection of three Tajur. The congestion will continue if the road is not widened. Widening of the road would not be possible if the small house on the street corner is not dismantled. The demolition of the little house would not have been a problem if the Head of the Tajur had tried to approach the homeowner.

Catatan: Dalam paragraf di atas, Conditional type 1 terdapat di kalimat ke 3, yaitu : Widening of the road will not be possible if the small house on the street corner is not dismantled (Pelebaran jalan tidak akan mungkin bila rumah kecil di sudut jalan tidak dibongkar)

Contoh 2
JAKARTA, KOMPAS.com
  Defense watchdog from the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) Mochamad Nur Hasim rate that the statement of Defense Minister Ryamizard Ryacudu on twitter social networking about Indonesia only able to fight for three days there is a point. In fact, he estimates all the power of defense and security (defense) Indonesia if the war for five hours alone is already keteteran. He also sanctions, if Indonesia had suffered the fate of Iraq attacked by countries that have advanced and modern warfare equipment such as the United States (US), Indonesia would survive three days.

  "Let alone three days, the war for five hours alone is already keteteran Indonesia," he told Republika on Sunday (22/2). According to him, the statement of the Minister of Defense and Former Deputy Minister of Energy and Mineral Resources (ESDM), Susilo Siswoutomo in certain contexts.

  He pointed out that if Indonesia faces an attack and occurs in three distant points on the island of Papua, Aceh, to Java then the problem of limited mobilization troops to be able to overcome these problems. If mobility is too late, he said, surely the enemy has entered Indonesia.

  "If we really are fighting against other countries with more sophisticated equipment systems like Australia, Singapore then there is a concern that we are not ready to block out attacks from outside areas," he explained. He said the weakness of Indonesia's defense for several reasons. First, some of the main age of defense system (Alutsista) owned by Indonesia is old. While the alutsista in the country is still very less than the countries that have sophisticated alutsista owners.

Catatan : Dalam paragraf di atas, kalimat yang mengandung Conditional type2 yaitu : if Indonesia suffered like Iraq is attacked by countries that have advanced and modern warfare equipment such as the United States (US) can survive three days.

Type 3

Dibawah ini adalah artikel yang mengandung kalimat Conditional Sentences Type 3

Contoh 1
Educational Objectives

  We have seen together that the success or failure of a business or activity depends on the clarity of the goals to be achieved by the person or institution applying it. Based on this statement, the need for a goal is formulated as clearly as possible and then developed an objective program of activities so that all the energy and possible abundant costs will not be in vain. If we want to talk about public education, then we must realize that education is always directed to be able to give or create educated people for the benefit of nation, state, and country. Because, If the Indonesian people realized it, education Indonesia would increase. If our country, nation and homeland need educated workers in various fields of development, then the whole process of education including the education system should be directed to the interests of present and future development.

Catatan: Dalam paragraf di atas, Conditional type 3 terdapat di kalimat ke , yaitu : education Indonesia will increase if people are aware of it.

Contoh 2
  The Netherlands is also known as a country with the construction of dams or dams. This concept is also run by the Dutch East Indies Government in the Dutch East Indies or Indonesia. To irrigate the fields of the Government of the Netherlands East Indies, built dams. Dam construction is done by natives with sweat and blood, but the results can also be enjoyed by the people of Indonesia until now.

  Jagir Dam in Surabaya is also one of the Dutch heritage. Colonial building style was seen in the building Jagir Dam. One more well-known dam and serves asprotector of Jakarta, Katulampa Dam. This dam becomes a fortress for Jakarta in order not to experience massive flood of mails from Bogor area.  If Dutch had not build this dam, jakarta would have experience flood of shipment from area of ​​Bogor.

Catatan : Dalam paragraf di atas, kalimat yang mengandung Conditional type3 yaitu : If Dutch had not build this dam, jakarta would have experience flood of shipment from area of ​​Bogor

Rabu, 26 April 2017

Modals

1.      Can/Could – be able to
ü  Function:
Can digunakan untuk menyatakan kemampuan di masa sekarang (present).
Could digunakan untuk menunjukkan kemampuan di masa lampau (past).
Be able to bukanlah merupakan modal seperti “Can” dan “Could”, tetapi merupakan kata kerja “Be” yang ditambahkan kata sifat “able” dan diikuti oleh kata kerja bentuk “to” atau sering Anda dengar dengan sebutan “Verb to infinitive”.
ü  Differences
Be able to berfungsi untuk menyatakan arti dapat atau mampu yang dimana artinya memiliki kemampuan yang lebih, lebih spesifik. Sedangkan can dan could untuk mengungkapkan kemungkinan (possibility) tingkat kepastian untuk can kurang dari 50% could digunakan dalam situasi formal dan sopan, sedangkan can dalam situasi informal (biasanya untuk teman).
ü  Example:
Can
·         I can drive this bus
·         I can't stop believe in God
Could
·         couldn’t finish my dinner, because I had a stomachace.
·         Could I use your computer to print and scan?
Be able to
·    She is able to cook
·    He is able to fix the motorsycle well.

2.      May/Might
ü  Function
May dan could digunakan dalam situasi formal dan sopan, sedangkan can dalam situasi informal (biasanya untuk teman). Adapun might cukup sopan, namun jarang digunakan.
ü  Example :
May
·         May I borrow your pencil just for a minute?
·         You may take my pen on my table
Might
·    You might meet your father
·    She might not to be angry, because I am her friend

3.      Must/Has/have to – Had to
ü  Function
Must dan have to digunakan untuk menyatakan keharusan di masa sekarang. Bedanya, must menunjukkan tingkat keharusan yang lebih kuat dibandingkan have to. Sedangkan had to menyatakan keharusan dimasa lampau.
ü  Differences
Tingkat kepastian untuk must 95%, has/have to digunakan untuk menyatakan keharusan di masa sekarang. Sedangkan Had to Untuk menyatakan keharusan di masa lampau
ü  Example:
Must
·         You must keep my book
·         You must not be late
Has to/Have to
·         He has to go now
·         Do you have to speak english at school?

4.      Shall/Should – Ought to
ü  Function
Digunakan untuk menyatakan simple future seperti halnya will namun hanya digunakan pada first person (orang pertama) I dan we.
ü  Difference
Shall hanya memberikan sebuah nasihat atau saran saja dan should dibanding ought to lebih kuat dalam memberikan nasihat.
ü  Example
Shall
·         Shall I go tonight?
·         I shall return the book to Cindy today
Ought to
·         She ought not to be here
·         You ought to study tonight

5.      Will/Would – be going to
ü  Function
Will digunakan untuk menyatakan kemauan atau ajakan.
ü  Difference
Will lebih menyatakan kemauan ataupun ajakan dan lebih spontan dalam membuat keputusan tanpa rencana dan untuk membuat prediksi sedangkan would sama artinya dengan will namun digunkan untuk menyatakan tindakan yang ingin dilakukan dimasa lalu sedangkan (Be) Going to lebih menyatakan apa yang benar terjadi.
ü  Example
Will
·         My father will buy a car if he has sold the old one
·         My mother will visit my grandmas’s house tonight
Would
·         Would you come to my birthday party tonight?
·         Would you like to see my craft?
Be going to
·         I am going to have holiday in Singapore