1.
Sejarah
Singkat PT. Gajah Tunggal, Tbk
PT. Gajah Tunggal, Tbk didirikan pada
tanggal 24 Agustus 1951 dan memulai produksinya bannya dengan ban sepeda. Sejak
saat itu perusahaan tumbuh menjadi produsen ban terpadu terbesar di Asia
Tenggara dan diakui oleh pasar internasional.
Berawal
dari Technical Cooperation dengan IRC, Japan ditahun 1972 PT. Gajah Tunggal,
Tbk mengembangkan produksi ban sepeda motor dan juga scooter, dan untuk
menyerap teknologi ban (tire) terutama dalam hal desain, proses dan lain-lain.
PT. Gajah Tunggal, Tbk menjalin kerjasama teknik dengan Yokohama Ruber Company
Ltd Japan selama 15 tahun (1980 S/D1995). Mulai tahun 1981-1987, PT. Gajah
Tunggal, Tbk mulai meningkatkan kualitas dan kuantitas ban sepeda, motor dan
mobil dengan perluasan pabrik dan menambah mesin-mesin berteknologi tinggi,
sehingga PT. Gajah Tunggal, Tbk mampu memproduksi ban sepeda, motor, mobil
sedan, truk dan bus serta ban radial. Sehingga pada tahun 1995 dan 1996 PT.
Gajah Tunggal, Tbk mendapatkan pengakuan pangsa pasar di Eropa karena telah
mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 9002.
PT.
Gajah Tunggal, Tbk telah dipercaya oleh pabrik ban kelas dunia untuk melakukan
off take, berupa produksi ban dengan mold atau paattern ditentukan oleh
perusahaan yang bersangkutan. Diantaranya merk Pirelli, Nokia, Michelin dan
lain-lain, yang secara langsung juga mentransfer Tire Knowledgenya. PT. Gajah
Tunggal, Tbk adalah satu-satunya ban lokal yang dapat membuat ban untuk musim
dingin (Winter Tire), di Indonesia. Terbukti dengan diperolehnya Top Brand
Award dari badan survey independent tahun 2009.
Saat
ini Gajah Tunggal Group memiliki ribuan tenaga kerja dengan aktifitas bisnis
yang tersebar didalam dan diluar negeri antara lain : Malaysia, Singapura,
Thailand, Vietnam, Jepang, Taiwan, Hongkong, China dan Amerika.
A. MENGHITUNG LIKUIDITAS
Rasio-rasio
yang digunakan adalah rasio-rasio yang dapat mewakili keempat rasio
yang ada dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan yang merupakan
indikator untuk penilaian kesehatan perusahaan salah satunya yaitu Rasio Likuditas:
a.
Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio Lancar digunakan
untuk menilai likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar kewajiban atau
hutang jangka pendeknya. Perhitungan Current Ratio berdasarkan
data di Laporan Keungan PT. Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :
b. Rasio Cepat (Quick Ratio)
Quick Ratio memperhitungkan
perbandingan antara harta lancar yang segera kembali ke kas (total harta lancar
dikurangi persediaan) dengan hutang lancar yang dinyatakan dalam perkalian. Perhitungan Quick Ratio berdasarkan
data di Laporan Keungan PT. Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :
c. Rasio Kas(Cash Ratio)
Cash Ratio memperhitungkan
perbandingan antara harta lancar yang setara dengan kas ditambah sekuritas
dengan hutang lancar yang dinyatakan dalam perkalian. Berikut perhitungan Cash
Ratio. Perhitungan Cash Ratio berdasarkan data di Laporan Keungan PT.
Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :
d. Rasio
perputaran kas (cash turnover ratio)
Rasio ini akan menunjukkan nilai relative antara nilai
penjualan bersih terhadap kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan seluruh
komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar. Rumus dari Rasio
Perputaran Kas sebagai berikut:
e. Working
Capital to Total Asset Ratio
Rasio ini dapat menilai dari total aktiva dan posisi modal kerja. Perhitungan Working Capital to Total Asset Ratio berdasarkan
data di laporan keuangan PT. Gajah Tunggal, Tbk:
B.
Cost of Capital atau
Biaya Modal (COC)
1.
Menghitung biaya modal hutang
Biaya hutang akanmenunjukkan seberapa besar biaya yang harus
ditanggung oleh perusahaan sebagai akibat penggunaan dana yang berasal
dari hutang (pinjaman). Dalam
menghitung biaya modal relevan adalah biaya hutang setelah rumus
yang digunakan adalah pendekatan after tax basis, dimana variabel
yang diperlukan dalam perhitungan ini antara lain tarif pajak, beban bunga, dan
hutang jangka panjang. Biaya modal utang dibagi menjadi:
kd = I+(N-Nb)/n
(Nb+N)/2
Keterangan :
kd = biaya
modal hutang obligasi
I
= Bunga hutang jangka panjang (obligasi)
satu tahun dalam rupiah
N =
Harga nominal obligasi atau nilai obligasi pada akhir umurnya
Nb = Nilai bersih
penjualan obligasi
n =
Umur obligasi
Selanjutnya ka disesuaikan dengan
tingkat pajak sehingga :
ki = kd (1 – t)
1.
Menghitung biaya modal saham biasa
dengan menggunakan metode
Biaya modal saham preferen
Kp = Dp / PO
Keterangan :
kp =
Biaya saham preferen
Dp =
Dividen saham preferen
PO = Harga
saham preferen saat penjualan
Biaya modal saham biasa
ke = (Dl / PO) + g
Keterangan :
ke = biaya modal
saham biasa
Di = dividen
P0 = harga
penjualan saham saat ini
g =
Grow/ pertumbuhan
2.
Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang
denganrumus:
WACC= (Kd x
Pd) + (Ke x Pe)
Keterangan :
Kd: biaya hutang setelah pajak Pd: proporsi hutang
Ke: biaya modal sendiri Pe: proporsi modal sendiri
Lampiran :
Laporan Posisi Keuangan



