Minggu, 26 November 2017

PT. Gajah Tunggal Tbk

1.        Sejarah Singkat PT. Gajah Tunggal, Tbk
PT. Gajah Tunggal, Tbk didirikan pada tanggal 24 Agustus 1951 dan memulai produksinya bannya dengan ban sepeda. Sejak saat itu perusahaan tumbuh menjadi produsen ban terpadu terbesar di Asia Tenggara dan diakui oleh pasar internasional.
Berawal dari Technical Cooperation dengan IRC, Japan ditahun 1972 PT. Gajah Tunggal, Tbk mengembangkan produksi ban sepeda motor dan juga scooter, dan untuk menyerap teknologi ban (tire) terutama dalam hal desain, proses dan lain-lain. PT. Gajah Tunggal, Tbk menjalin kerjasama teknik dengan Yokohama Ruber Company Ltd Japan selama 15 tahun (1980 S/D1995). Mulai tahun 1981-1987, PT. Gajah Tunggal, Tbk mulai meningkatkan kualitas dan kuantitas ban sepeda, motor dan mobil dengan perluasan pabrik dan menambah mesin-mesin berteknologi tinggi, sehingga PT. Gajah Tunggal, Tbk mampu memproduksi ban sepeda, motor, mobil sedan, truk dan bus serta ban radial. Sehingga pada tahun 1995 dan 1996 PT. Gajah Tunggal, Tbk mendapatkan pengakuan pangsa pasar di Eropa karena telah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 9002.
PT. Gajah Tunggal, Tbk telah dipercaya oleh pabrik ban kelas dunia untuk melakukan off take, berupa produksi ban dengan mold atau paattern ditentukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Diantaranya merk Pirelli, Nokia, Michelin dan lain-lain, yang secara langsung juga mentransfer Tire Knowledgenya. PT. Gajah Tunggal, Tbk adalah satu-satunya ban lokal yang dapat membuat ban untuk musim dingin (Winter Tire), di Indonesia. Terbukti dengan diperolehnya Top Brand Award dari badan survey independent tahun 2009.
Saat ini Gajah Tunggal Group memiliki ribuan tenaga kerja dengan aktifitas bisnis yang tersebar didalam dan diluar negeri antara lain : Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Jepang, Taiwan, Hongkong, China dan Amerika.

A.
   MENGHITUNG LIKUIDITAS
Rasio-rasio yang digunakan adalah rasio-rasio yang dapat mewakili keempat rasio yang ada dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan yang merupakan indikator untuk penilaian kesehatan perusahaan salah satunya yaitu Rasio Likuditas:

a.    Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio Lancar digunakan untuk menilai likuiditas perusahaan dan kemampuannya membayar kewajiban atau hutang jangka pendeknya. Perhitungan Current Ratio berdasarkan data di Laporan Keungan PT. Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :

b. Rasio Cepat (Quick Ratio)
Quick Ratio memperhitungkan perbandingan antara harta lancar yang segera kembali ke kas (total harta lancar dikurangi persediaan) dengan hutang lancar yang dinyatakan dalam perkalian. Perhitungan Quick Ratio berdasarkan data di Laporan Keungan PT. Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :


c. Rasio Kas(Cash Ratio)
Cash Ratio memperhitungkan perbandingan antara harta lancar yang setara dengan kas ditambah sekuritas dengan hutang lancar yang dinyatakan dalam perkalian. Berikut perhitungan Cash Ratio. Perhitungan Cash Ratio berdasarkan data di Laporan Keungan PT. Gajah Tunggal, Tbk sebagai berikut :


 d. Rasio perputaran kas (cash turnover ratio)
Rasio ini akan menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan bersih terhadap kerja bersih. Modal kerja bersih merupakan seluruh komponen aktiva lancar dikurangi total utang lancar. Rumus dari Rasio Perputaran Kas sebagai berikut:

e. Working Capital to Total Asset Ratio
Rasio ini dapat menilai dari total aktiva dan posisi modal kerja. Perhitungan Working Capital to Total Asset Ratio berdasarkan data di laporan keuangan PT. Gajah Tunggal, Tbk:

B.       Cost of Capital atau Biaya Modal (COC)
1.      Menghitung biaya modal hutang Biaya hutang akanmenunjukkan seberapa besar biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan sebagai akibat penggunaan dana yang berasal dari  hutang (pinjaman). Dalam menghitung biaya modal relevan adalah biaya hutang setelah rumus yang digunakan adalah pendekatan after tax basis, dimana variabel yang diperlukan dalam perhitungan ini antara lain tarif pajak, beban bunga, dan hutang jangka panjang. Biaya modal utang dibagi menjadi:
kd = I+(N-Nb)/n
(Nb+N)/2
Keterangan :
kd     = biaya modal hutang obligasi
I        = Bunga hutang jangka panjang (obligasi) satu tahun dalam rupiah
N      = Harga nominal obligasi atau nilai obligasi pada akhir umurnya
Nb    = Nilai bersih penjualan obligasi
n      = Umur obligasi
                              
Selanjutnya ka disesuaikan dengan tingkat pajak sehingga :
ki = kd (1 – t)

1.      Menghitung  biaya modal saham biasa dengan menggunakan metode
Biaya modal saham preferen
Kp      = Dp / PO
Keterangan :
kp      = Biaya saham preferen
Dp     = Dividen saham preferen
PO     = Harga saham preferen saat penjualan

Biaya modal saham biasa 
ke = (Dl / PO) + g
             Keterangan :
ke    = biaya modal saham biasa
Di    = dividen
P0    = harga penjualan saham saat ini
g      = Grow/ pertumbuhan
     
2.       Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang denganrumus:
WACC= (Kd x Pd) + (Ke x Pe)
Keterangan :
Kd: biaya hutang setelah pajak Pd: proporsi hutang
Ke: biaya modal sendiri Pe: proporsi modal sendiri

Lampiran :
Laporan Posisi Keuangan